Langsung ke konten utama

Surat Cinta Buat "Kamu"


Dear My....
Apa kabar kamu disana?apa masih tampan seperti pertama kali kita bertemu?
ya ya ya... harusnya tak aku tanyakan, kamu selalu tampan dan akan tetap begitu...
Aku kangen kamu...
Apa kamu merasakan hal yang sama?jawab saja dengan senyummu yg menyejukkan,aku akan senang hati menerimanya...
Bagaimana dengan dia?kalian?Tuhan memberkati kalian, percayalah aku selalu doakan yg terbaik...
Sejak pertemuan kita yang terakhir, entah sudah berapa purnama aku lewati tanpa hangat sapamu. Banyak yang telah terjadi dan aku sendiri tanpamu...
Aku putar lagu kita ketika kutulis surat ini, surat cinta untuk kamu, hanya untukmu... pipiku basah, mataku sembab sayang...
Aku ingin bersandar, pinjamkan bahumu untukku bersandar seperti dulu,aku ingin sayang, aku janji tak akan lama sebab aku tak ingin menyakitinya...
Yang lain telah hadir, tapi tak sepertimu, dia setia, dia mencintaiku...
Apa hatimu terluka mendengarnya?aku harap iya, itu tandanya kamu masih menyimpanku dalam hati dan pikiranmu...
Masih suka menikmati kelapa muda di pantai?terakhir kali kunikmati sendiri, ibu tua itu menanyakanmu dan kesendirianku...
Sekarang, aku bisa buatkan sup kesukaanmu, aku sudah bisa, nggak keasinan lagi...
Aku mau kamu menikmati sup buatanku....
Apa kamu mau singgah?sendiri saja, jangan biarkan aku terluka melihatnya, aku tak sanggup...
Bagaimana pekerjaanmu?ceritakan padaku tentang dia... dia... dan dia... Orang-orang yang selalu membuat harimu berwarna. Berkeluh kesahlah, aku akan jadi pendengar yang baik untukmu...
Kau ingat tentang dia yang aku kagumi?Begitu dekat sayang tapi tetap saja tak mampu kugapai. Aku menyerah saja, aku tau tak mungkin bagiku menjadi bagian dari kisahnya...
Masih banyak yang ingin aku tulis, tapi malam sudah larut sayang, sudah berkali-kali aku putar lagu kita...
Lebih baik aku sudahi saja surat cintaku untukmu, aku ingin segera memejamkan mataku, berharap malam ini aku bisa kembali berjumpa denganmu...
Aku menyayangimu dan akan tetap seperti itu...
"malang, 10 Januari 2011"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesan Untukmu

Malam menjemputku sendiri,dingin dan sepi... Teringat tentang kisah yg tak pernah berujung manis membuat air mataku terjatuh... Kuberanikan diri menuliskan pesan untukmu meski hanya sekedar bertanya "sedang apa dirimu disana?" Rasa cemas menghampiriku... Berpikir apa reaksimu nanti ketika membaca pesanku... Aku terdiam... Lama rasanya aku menunggu tapi tak pernah ada balasan darimu... Lama rasanya aku menanti hingga semua mulai terasa tak berarti lagi... Aku tertunduk lesu, aku hibur diriku sendiri dengan berpikir " ah... mungkin saja dia sibuk atau lelah dan tertidur atau mungkin saja pesanku tak pernah sampai " Tetap menunggumu, aku mulai menulis catatan kecil tentang doaku untukmu, aku pandangi satu2nya fotomu yg aku miliki... Aku mulai menulis "Tuhan... Kau ciptakan dia dengan sangat indah, ku kagumi makhluk ciptaan-Mu ini dengan rasa cinta yg dalam... Senyumnya, suaranya begitu lekat dalam hati dan pikiranku. Tuhan...ijinkan aku memilikinya, memiliki...

16 April...

Mataku masih sembab, terlalu banyak airmata yang aku keluarkan semalam. Hari yang berat dalam hidupku. Rasanya malas sekali aku bangun pagi ini, tapi aku harus berangkat, waktuku hanya tersisa satu jam saja. Sebulan terakhir hidupku memang jadi tak teratur, kacau dan jauh dari kata damai. Tak pernah aku sangka dia tega menyakiti hatiku begitu dalam. Luka perselingkuhan yang dia torehkan belum kering, masih basah sudah dia tambah dengan luka baru yang menyakitkan. Empat bulan yang lalu, di bulan Desember tepat dihari ulang tahunnya dia memberiku kejutan yang sangat hebat. Pengakuan dari bibirnya sendiri. Dia mengaku telah berselingkuh dengan wanita dalam foto itu. Foto yang sempat aku temukan di dalam dompetnya. Dengan lantang dia katakan tak lagi mencintaiku, dia telah memiliki wanita lain. Sempat aku bicara dengan wanita itu ditelfon. Dia benar-benar wanita yang tak punya hati, tanpa rasa bersalah sedikitpun dia mengakui bahwa selama ini dia telah jadi wanita selingku...

Lilin

Tak pernah menyangka ada tempat seindah malam itu. Lima tahun memang terlalu singkat bagiku untuk mengenal seluk beluk kota yang dingin. "ayo turun, aku sudah lapar..." itu kalimat yang aku dengar dari bibirnya, menyadarkanku dari lamunan panjang. Masih tak percaya hari itu dia datang. Dia sering sekali menggodaku, selalu bilang mau datang dan tertawa lepas ketika tau aku termakan kata-katanya, lagi-lagi dia bohong. Tapi malam itu, dia benar-benar datang. Aku bersiap-siap untuk pergi bersamanya. Tak ada yang spesial dari penampilanku malam itu, make-up ku juga biasa-biasa saja.  "Kita pergi bertiga malam ini..." dia kembali membuka pembicaraan malam itu, aku tersenyum dan bertanya "siapa dia?" aku coba untuk mengingat tapi memang sepertinya aku belum pernah bertemu dengan laki-laki yang bersamanya malam itu. " juniorku" satu kata yang cukup membuatku mengerti. Menyusuri jalanan kota yang dingin, entah kemana dia mau mengajakku,...